*MINTA MAAF YANG SALAH*
Kadang kita meliat dan melakukan sesuatu yang bukan pada tempatnya.
Contohnya kata 'Maaf', yang ditempatkan bukan pada tempatnya.
Seorang yang awalnya selalu meninggalkan shalat dan berteman dengan orang-orang yang tidak shalat. Kemudian dia mendapat hidayah Allah dan taubat dari meninggalkan shalat lima waktu.
Ketika terdengar waktu adzan dan dia sedang bincang-bincang dengan teman2nya yang tidak shalat, kemudian seorang berdiri dan berucap "maaf saya mau shalat dulu".
Tentu hal ini ucapan yang tidak patut, apa salahnya orang mendengar adzan dan beranjak shalat???
Meninggalkan beberapa teman yang muslim yang tidak shalat bukanlah kesalahan, maka tidak sewajarnya kita minta maaf.
Sebaiknya dia mengajak dan mengingatkan dengan cara yang lembut dan bijaksana kepada teman-temannya yang belum mau shalat, tentu harus siap mental kalau di tolak atau di ejek, atau di remehkan ya sabar dan tidak boleh putus asa dan banyak-banyak berdoa untuk teman-temannya.
Begitu juga ketika hari jumat, kita punya toko atau warung atau usaha, dan kita sedang shalat jumat, kita tinggalkan tempat usaha kita dan meletak pengumuman "Sedang Shalat Jumat" tidak harus kita tulis 'Maaf sedang Shalat Jum'at".
Suatu yang spertinya sepele tapi kita perlu perhatikan bahwa ibadah terutama shalat adalah suatu yang penting bagi umat Islam dan kita menghadap Allah, maka itu lebih utama dari segala apapun urusan dunia....
Perbincangan, rapat, musyawarah, perdagangan, urusan keluarga dll adalah kecil.
Shalat adalah perkara yang besar kerena kita akan menghadap Yang Maha Besar.
Dimulai dengan Takbir Allahu Akbar... Allah Maha Besar...
Maka selainnya adalah kecil...
Semua urusan adalah kecil...
Maka jangan membesarkan yang kecil dan meremehkan yang Maha Besar.....
AllahuAkbar....
Masjid Al Jihad Banjarmasin