Hikmah Sebuah Musibah
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ
“Tidaklah seorang mukmin ditimpa oleh sakit terus-menerus, keletihan, penyakit, kesedihan, hingga gundah gulana yang menyusahkannya, kecuali bahwa dia akan digugurkan dari kesalahan-kesalahannya.”
[Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Sa’îd Al-Khudry radhiyallâhu ‘anhumâ]
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Keislaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Keislaman. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 September 2017
Senin, 27 Maret 2017
HATI YANG BAIK
*HATI YANG BAIK*
🔴 Baiknya hati adalah dengan takut kepada Allah, rasa khawatir pada siksaNya, bertakwa dan mencintaiNya.
🔴 Jika hati itu rusak, yaitu tidak ada rasa takut pada Allah, tidak khawatir akan siksaNya, dan tidak mencintaiNya, maka seluruh badan akan ikut rusak.
Karena hati yang memegang kendali seluruh jasad. Jika pemegang kendali ini baik, maka baiklah yang dikendalikan. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh yang dikendalikan.
🔴 Oleh karena itu, seorang muslim hendaklah meminta pada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Jika baik hatinya, maka baik pula seluruh urusannya. Sebaliknya, jika rusak, maka tidak baik pula urusannya.”
📚 Al Minhah Ar Robbaniyah fii Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, 109
___________________
🔴 Baiknya hati merupakan indikator baiknya seluruh tubuh.
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhari 52 dan Muslim 1599).
👤 Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata :
“baiknya amalan badan seseorang dan kemampuannya untuk menjauhi keharaman, juga meninggalkan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya), itu semua tergantung pada baiknya hati.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1 : 210)
🔴 Para Ulama mengatakan :
“Walaupun hati itu kecil dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain, namun baik dan jeleknya seluruh jasad tergantung pada hati.” (Syarh Muslim, 11 : 29).
👤 Para Ulama mengatakan :
“Hati adalah malikul a’dhoo (rajanya anggota badan), sedangkan anggota badan adalah junuduhu (tentaranya).” (Jaami’ul ‘Ulum, 1 : 210)
🔴 Pemilik hati yang baik adalah seorang mukmin yang sejati, dimana cirinya Allah puji dalam Al-Quran :
...
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna imannya) ialah MEREKA YANG BILA DISEBUT NAMA ALLAH GEMETARLAH HATI MEREKA, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allah lah mereka bertawakkal (berserah diri).” (Qs. Al-Anfaal: 2)
🔴 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwasanya hati yang baik itulah hati yang selamat :
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Allah dengan HATI YANG SELAMAT.” (Qs. Asy Syu’ara 88-89)
______________________
✍ Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Masjid Al Jihad Banjarmasin
Minggu, 19 Maret 2017
ARTI KATA
#DoaZikir
ARTI RAHIMAHULLAH, HAFIZHAHULLAH, GHAFARAHULLAH DLL
• Arti Rahimahullah
Teks arab:
رَحِمَهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah merahmatinya.
Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah wafat, dan semasa hidupnya yang bersangkutan dikenal memiliki jalan yang lurus.
Keterangan:
Ungkapan lain yang semakna:
Penggunaan istilah ini lebih tepat dibandingkan istilah “almarhum”. Almarhum (اَلْمَرْحُوْمُ) artinya “Yang dirahmati”; padahal belum tentu orang yang meninggal itu adalah orang yang lurus jalannya semasa hidup.
Rahimahullah adalah bentuk doa, jadi bukan seperti “almarhum” yang merupakan julukan/gelar, bahwa yang bersangkutan memang benar-benar sudah dirahmati.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan makna almarhum: yang dirahmati Allah, sebutan kepada orang Islam yang telah meninggal. Jika ditujukan untuk menyebutkan mendiang orang Islam, insyaallah istilah “almarhum” bisa digunakan. Namun jangan sampai diyakini, bahwa setiap orang Muslim yang meninggal pasti mendapat rahmat berupa nikmat kubur.
• Arti Hafizhahullah
Teks arab:
حَفِظَهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah menjaganya.
Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang masih hidup, dan jalan hidupnya lurus.
Keterangan:
Contoh:
Ditujukan untuk ulama atau ustadz yang masih hidup.
Ditujukan untuk orang tua kita yang masih hidup (dan beliau Muslim).
Ditujukan untuk orang yang memiliki andil dalam dakwah Islam, misalnya: panitia kajian.
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yahfazhuhu (اللهُ يَحْفَظُهُ)
• Arti Ghafarahullah
Teks arab:
غَفَرَهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah mengampuninya
Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah meninggal dan semasa hidupnya dia melakukan dosa yang diketahui banyak orang.
Contoh:
Perampok, pencuri, atau orang yang dianggap berilmu dalam bidang agama, namun pernah menyebarkan ilmu yang fatal kesalahannya (misalnya: ulama yang semasa hidupnya pernah memfatwakan bahwa suatu hal halal padahal sudah jelas-jelas haram).
Ini berlaku baik yang bersangkutan sudah bertaubat sebelum meninggal atau pun tidak.
Ungkapan lain yang semakna:
Ghafarallahu lahu (غَفَرَ اللهُ لَهُ)
Allahu yaghfiruhu (اللهُ يَغْفِرُهُ)
• Arti La’anahullah
Teks arab:
لَعَنَهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah melaknatnya.
Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk orang yang masih hidup, melakukan keburukan atau kezaliman yang besar terhadap orang lain, belum juga bertaubat, dan cenderung merasa perbuatannya itu tidak salah.
Contoh: Penjajah
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yal’anuhu (اللهُ يَلْعَنُهُ)
• Arti Waffaqahullah
Teks arab:
وَفَّقَهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah memberinya petunjuk.
Penggunaan: Ditujukan bagi seorang Muslim yang masih hidup dan diharapkan agar Allah memberinya petunjuk dalam menjalani aktivitas kehidupannya.
Contoh:
Ditujukan kepada anak, agar ia bisa mengerjakan soal ujian dengan lancar.
Ditujukan oleh seorang istri kepada suaminya, agar urusan pekerjaan suaminya lancar.
• Arti Hadahullah
Teks arab:
هَدَاهُ اللهُ
Arti: Semoga Allah memberinya hidayah taufik.
Penggunaan: Ditujukan bagi orang yang masih hidup, baik dia Muslim atau bukan, namun berbuat kesalahan, dan diharapkan agar ia bertaubat serta kembali ke jalan yang lurus sebelum ia meninggal.
Contoh:
Tokoh-tokoh kesesatan yang masih hidup, seperti penganut paham liberal, sekuler, LGBT (Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender).
Pelaku maksiat, seperti pemusik, fotomodel, dan model catwalk (peragawati).
• Arti Barakallahu fikum
Teks arab:
بَارَكَ اللهُ فيْكُمْ
Arti: Semoga Allah melimpahkan berkah kepada kalian.
Penggunaan: Diucapkan sebagai doa kepada sesama Muslim, agar yang bersangkutan dilimpahi berkah oleh Allah.
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yubariku fikum (الله يبارك فيكم)
• Arti Jazakallahu khayran
Teks arab:
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
Arti: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Penggunaan: Diucapkan kepada sesama Muslim yang berbuat baik kepada kita.
Keterangan: Doa ini insya Allah lebih utama dibandingkan sekadar ucapan “terima kasih”, karena dalam ucapan “terima kasih” tidak terkandung doa.
Ungkapan lain yang semakna: Allahu yujzika khayran (الله يجزيك خيرا).
***
Penulis: Athirah Mustadjab Ummu Asiyah
Muroja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits
[Wanitasalihah.com]
Baca artikel lengkap di: http://nasihatsahabat.com/arti-rahimahullah-hafizhahullah-ghafarahullah-dll/
══════
Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com
Jumat, 17 Maret 2017
BAGAIMANA DENGAN KITA...?
*BAGAIMANA DENGAN KITA...!!!*
Sekecil apapun dosa itu sudah cukup mendatangkan siksa kubur, jadi jangan dianggap remeh. Kisah mahsyur yang berhubungan dengan masalah ini adalah kisah Utsman bin Affan Radhiyallahu'anhu yang pernah menziarahi kuburan.
Yaitu hadits dari jalan Haani’ maula utsman, dia berkata: Adalah Utsman bin Affan, apabila beliau berhenti disebuah kubur, beliau menangis sampai air matanya mengalir dijanggut beliau.
Kemudian Utsman ditanya: "Engkau sering menyebut syurga dan neraka, tetapi engkau tidak menangis, tetapi engkau menangis karena ini ( ketika engkau berhenti dikubur)??".
Kemudian Utsman bin ‘Affan berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihiwa sallam telah bersabda:
Sesungguhnya kubur itu adalah salah satu tempat dari tempat-tempat akhirat, Maka jika seseorang selamat dikuburnya, maka sesudahannya lebih mudah darinya. Tetapi apabila ia tidak selamat dari kuburnya, maka sesudahannya lebih susah dari itu".
Kemudian Utsman berkata lagi, telah bersabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam:
“Aku sama sekali tidak pernah melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan keadaannya, melainkan pemandangan kubur sangat mengerikan”. (Riwayat ibnu majah 4267).
Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran kepada kita:
🔹Keutamaan Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu anhu, yg sangat takutnya beliau terhadap azab kubur padahal beliau telah dijamin masuk syurga sebagaimana yg dikabarkan oleh Rasulullah, _*BAGAIMANA DENGAN KITA???*_
Sekecil apapun dosa itu sudah cukup mendatangkan siksa kubur, jadi jangan dianggap remeh. Kisah mahsyur yang berhubungan dengan masalah ini adalah kisah Utsman bin Affan Radhiyallahu'anhu yang pernah menziarahi kuburan.
Yaitu hadits dari jalan Haani’ maula utsman, dia berkata: Adalah Utsman bin Affan, apabila beliau berhenti disebuah kubur, beliau menangis sampai air matanya mengalir dijanggut beliau.
Kemudian Utsman ditanya: "Engkau sering menyebut syurga dan neraka, tetapi engkau tidak menangis, tetapi engkau menangis karena ini ( ketika engkau berhenti dikubur)??".
Kemudian Utsman bin ‘Affan berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihiwa sallam telah bersabda:
Sesungguhnya kubur itu adalah salah satu tempat dari tempat-tempat akhirat, Maka jika seseorang selamat dikuburnya, maka sesudahannya lebih mudah darinya. Tetapi apabila ia tidak selamat dari kuburnya, maka sesudahannya lebih susah dari itu".
Kemudian Utsman berkata lagi, telah bersabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam:
“Aku sama sekali tidak pernah melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan keadaannya, melainkan pemandangan kubur sangat mengerikan”. (Riwayat ibnu majah 4267).
Hadits yang mulia ini memberikan pelajaran kepada kita:
🔹Keutamaan Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu anhu, yg sangat takutnya beliau terhadap azab kubur padahal beliau telah dijamin masuk syurga sebagaimana yg dikabarkan oleh Rasulullah, _*BAGAIMANA DENGAN KITA???*_
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU [2]
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU [2]
📣Wahai para penuntut ilmu mana semangatmu?
Diantara keutamaan para penuntut ilmu agama adalah ditinggikan derajat mereka dibanding dengan golongan yang lain.
Allah SWT berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah: Ayat 11)
Dengan ilmu derajat manusia dihadapan manusia akan bertambah, dengan ilmu derajat manusia disisi Allah akan meningkat.
Semoga bermanfaat
📣Wahai para penuntut ilmu mana semangatmu?
Diantara keutamaan para penuntut ilmu agama adalah ditinggikan derajat mereka dibanding dengan golongan yang lain.
Allah SWT berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah: Ayat 11)
Dengan ilmu derajat manusia dihadapan manusia akan bertambah, dengan ilmu derajat manusia disisi Allah akan meningkat.
Semoga bermanfaat
Kamis, 16 Maret 2017
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
Bagi orang yang mau menuntut ilmu apa lagi itu ilmu agama, Allah memberikan janji melalui lisan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni akan memberikan pemahaman terhadap tuntunan agama-Nya.
Dari Muawiyyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan (paham) dia terhadap agama... "
HR. Al Bukhari no 71
Semoga bermanfaat
APAKAH AKU MENCINTAI ALLAH
*#Apakah Aku Mencintai Allah.. ??*
Jika Anda ingin tahu jawaban pertanyaan di atas, maka lihatlah bagaimana semangatmu dalam mengikuti sunnah Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.
Hal ini telah ditegaskan oleh Allah sendiri dalam firman-Nya:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
"Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): 'Jika kalian benar-benar MENCINTAI ALLAH, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian'." [Ali Imron: 31].
Oleh karena itu, jika sunnah Nabi masih banyak Anda tinggalkan.. penampakan lahir Anda masih jauh dari Sunnah Nabi.. bahkan Anda masih bergelimang dengan amalan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari beliau.. maka malulah kepada Allah.. lalu malulah kepada manusia dengan pengakuan Anda mencintai Allah -azza wajall- !!
Ayat ini juga memberikan pelajaran berharga bagi kita.. bahwa mengikuti sunnah Nabi, disamping mendatangkan pahala yang agung, ternyata juga akan mendatangkan ampunan dari Allah untuk dosa-dosa kita.. sungguh ini merupakan keuntungan yang luar biasa dari Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah.
Sungguh di hari-hari ini, kecintaan kita kepada Allah dalam ujian yang sangat berat.. karena banyaknya ajakan untuk melakukan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. oleh karena itu, ingatkanlah terus diri kita masing-masing kepada ayat di atas.. dan ingatkan pula akan besarnya pahala yang Allah berikan kepada kita bila kita mengikuti sunnah Nabi dan menjauhi ibadah-ibadah yang tidak dituntunkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.
Jangan sampai kita lupakan, bahwa dengan berpegang teguh kepada sunnah Nabi dan menjauhi amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. kita berarti ikut menjadi penjaga kemurnian nikmat Agama Islam yang sudah sempurna dan paripurna ini.. dan semakin berat perjuangan ini, maka semakin besar pula pahala yang kita dapatkan.. semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pejuang-pejuang agama-Nya, amin.
Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..
Musyaffa' Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Masjid Al Jihad Banjarmasin
Jika Anda ingin tahu jawaban pertanyaan di atas, maka lihatlah bagaimana semangatmu dalam mengikuti sunnah Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.
Hal ini telah ditegaskan oleh Allah sendiri dalam firman-Nya:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
"Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): 'Jika kalian benar-benar MENCINTAI ALLAH, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian'." [Ali Imron: 31].
Oleh karena itu, jika sunnah Nabi masih banyak Anda tinggalkan.. penampakan lahir Anda masih jauh dari Sunnah Nabi.. bahkan Anda masih bergelimang dengan amalan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari beliau.. maka malulah kepada Allah.. lalu malulah kepada manusia dengan pengakuan Anda mencintai Allah -azza wajall- !!
Ayat ini juga memberikan pelajaran berharga bagi kita.. bahwa mengikuti sunnah Nabi, disamping mendatangkan pahala yang agung, ternyata juga akan mendatangkan ampunan dari Allah untuk dosa-dosa kita.. sungguh ini merupakan keuntungan yang luar biasa dari Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah.
Sungguh di hari-hari ini, kecintaan kita kepada Allah dalam ujian yang sangat berat.. karena banyaknya ajakan untuk melakukan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. oleh karena itu, ingatkanlah terus diri kita masing-masing kepada ayat di atas.. dan ingatkan pula akan besarnya pahala yang Allah berikan kepada kita bila kita mengikuti sunnah Nabi dan menjauhi ibadah-ibadah yang tidak dituntunkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.
Jangan sampai kita lupakan, bahwa dengan berpegang teguh kepada sunnah Nabi dan menjauhi amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. kita berarti ikut menjadi penjaga kemurnian nikmat Agama Islam yang sudah sempurna dan paripurna ini.. dan semakin berat perjuangan ini, maka semakin besar pula pahala yang kita dapatkan.. semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pejuang-pejuang agama-Nya, amin.
Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..
Musyaffa' Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Masjid Al Jihad Banjarmasin
JALAN MENJAGA ISTIQOMAH
*JALAN MENJAGA ISTIQOMAH*
بسم الله الرحمن الرحيم
Agar tetap teguh di atas istiqamah maka seseorang harus melakukan hal-hal berikut ini, dinataranya adalah :
➡1). Taubat nasuha.
➡2). Senantiasa mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik.
➡3). Selalu berusaha untuk selalu konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allâh danRasul-Nya.
➡4). Muraqabatullâh, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allâh Ta’ala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan.
➡5). Muhasabah, yaitu menginstrospeksi segala amal perbuatan yang telah dikerjakan.
➡6). Mujâhadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa di atas ketaatan kepada Allâh Ta’ala.
➡7). Ikhlas dalam beramal dan mutaba’ah (mengikuti contoh Rasûlullâh).
➡8). Berpegang teguh kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah.
➡9). Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
➡10). Berani dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
➡11). Senantiasa menuntut ilmu syar’i.
➡12). Takut kepada Allâh Ta’ala dengan mengingat pedihnya siksa neraka.
➡13). Mencari teman yang shâlih.
➡14). Menjaga hati, lisan, dan anggota badan serta sabar dari hal-hal yang diharamkan.
➡15). Mengetahui langkah-langkah setan.
➡16). Senantiasa berdzikir dan berdo’a agar diteguhkan di atas istiqamah. Diantara do’a yang sering Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baca ialah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.
"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu." [HR at-Tirmdizi (no. 3522) dan Ahmad (VI/302, 315) dari Ummu Salamah radhiyallâhu ’anha]
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📋 Diringkas dari Pembahasan "Keutamaan Istiqomah"
Masjid Al Jihad Banjarmasin
بسم الله الرحمن الرحيم
Agar tetap teguh di atas istiqamah maka seseorang harus melakukan hal-hal berikut ini, dinataranya adalah :
➡1). Taubat nasuha.
➡2). Senantiasa mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik.
➡3). Selalu berusaha untuk selalu konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allâh danRasul-Nya.
➡4). Muraqabatullâh, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allâh Ta’ala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan.
➡5). Muhasabah, yaitu menginstrospeksi segala amal perbuatan yang telah dikerjakan.
➡6). Mujâhadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa di atas ketaatan kepada Allâh Ta’ala.
➡7). Ikhlas dalam beramal dan mutaba’ah (mengikuti contoh Rasûlullâh).
➡8). Berpegang teguh kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah.
➡9). Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
➡10). Berani dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
➡11). Senantiasa menuntut ilmu syar’i.
➡12). Takut kepada Allâh Ta’ala dengan mengingat pedihnya siksa neraka.
➡13). Mencari teman yang shâlih.
➡14). Menjaga hati, lisan, dan anggota badan serta sabar dari hal-hal yang diharamkan.
➡15). Mengetahui langkah-langkah setan.
➡16). Senantiasa berdzikir dan berdo’a agar diteguhkan di atas istiqamah. Diantara do’a yang sering Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baca ialah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.
"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu." [HR at-Tirmdizi (no. 3522) dan Ahmad (VI/302, 315) dari Ummu Salamah radhiyallâhu ’anha]
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📋 Diringkas dari Pembahasan "Keutamaan Istiqomah"
Masjid Al Jihad Banjarmasin
MINTA MAAF YANG SALAH
*MINTA MAAF YANG SALAH*
Kadang kita meliat dan melakukan sesuatu yang bukan pada tempatnya.
Contohnya kata 'Maaf', yang ditempatkan bukan pada tempatnya.
Seorang yang awalnya selalu meninggalkan shalat dan berteman dengan orang-orang yang tidak shalat. Kemudian dia mendapat hidayah Allah dan taubat dari meninggalkan shalat lima waktu.
Ketika terdengar waktu adzan dan dia sedang bincang-bincang dengan teman2nya yang tidak shalat, kemudian seorang berdiri dan berucap "maaf saya mau shalat dulu".
Tentu hal ini ucapan yang tidak patut, apa salahnya orang mendengar adzan dan beranjak shalat???
Meninggalkan beberapa teman yang muslim yang tidak shalat bukanlah kesalahan, maka tidak sewajarnya kita minta maaf.
Sebaiknya dia mengajak dan mengingatkan dengan cara yang lembut dan bijaksana kepada teman-temannya yang belum mau shalat, tentu harus siap mental kalau di tolak atau di ejek, atau di remehkan ya sabar dan tidak boleh putus asa dan banyak-banyak berdoa untuk teman-temannya.
Begitu juga ketika hari jumat, kita punya toko atau warung atau usaha, dan kita sedang shalat jumat, kita tinggalkan tempat usaha kita dan meletak pengumuman "Sedang Shalat Jumat" tidak harus kita tulis 'Maaf sedang Shalat Jum'at".
Suatu yang spertinya sepele tapi kita perlu perhatikan bahwa ibadah terutama shalat adalah suatu yang penting bagi umat Islam dan kita menghadap Allah, maka itu lebih utama dari segala apapun urusan dunia....
Perbincangan, rapat, musyawarah, perdagangan, urusan keluarga dll adalah kecil.
Shalat adalah perkara yang besar kerena kita akan menghadap Yang Maha Besar.
Dimulai dengan Takbir Allahu Akbar... Allah Maha Besar...
Maka selainnya adalah kecil...
Semua urusan adalah kecil...
Maka jangan membesarkan yang kecil dan meremehkan yang Maha Besar.....
AllahuAkbar....
Masjid Al Jihad Banjarmasin
Kadang kita meliat dan melakukan sesuatu yang bukan pada tempatnya.
Contohnya kata 'Maaf', yang ditempatkan bukan pada tempatnya.
Seorang yang awalnya selalu meninggalkan shalat dan berteman dengan orang-orang yang tidak shalat. Kemudian dia mendapat hidayah Allah dan taubat dari meninggalkan shalat lima waktu.
Ketika terdengar waktu adzan dan dia sedang bincang-bincang dengan teman2nya yang tidak shalat, kemudian seorang berdiri dan berucap "maaf saya mau shalat dulu".
Tentu hal ini ucapan yang tidak patut, apa salahnya orang mendengar adzan dan beranjak shalat???
Meninggalkan beberapa teman yang muslim yang tidak shalat bukanlah kesalahan, maka tidak sewajarnya kita minta maaf.
Sebaiknya dia mengajak dan mengingatkan dengan cara yang lembut dan bijaksana kepada teman-temannya yang belum mau shalat, tentu harus siap mental kalau di tolak atau di ejek, atau di remehkan ya sabar dan tidak boleh putus asa dan banyak-banyak berdoa untuk teman-temannya.
Begitu juga ketika hari jumat, kita punya toko atau warung atau usaha, dan kita sedang shalat jumat, kita tinggalkan tempat usaha kita dan meletak pengumuman "Sedang Shalat Jumat" tidak harus kita tulis 'Maaf sedang Shalat Jum'at".
Suatu yang spertinya sepele tapi kita perlu perhatikan bahwa ibadah terutama shalat adalah suatu yang penting bagi umat Islam dan kita menghadap Allah, maka itu lebih utama dari segala apapun urusan dunia....
Perbincangan, rapat, musyawarah, perdagangan, urusan keluarga dll adalah kecil.
Shalat adalah perkara yang besar kerena kita akan menghadap Yang Maha Besar.
Dimulai dengan Takbir Allahu Akbar... Allah Maha Besar...
Maka selainnya adalah kecil...
Semua urusan adalah kecil...
Maka jangan membesarkan yang kecil dan meremehkan yang Maha Besar.....
AllahuAkbar....
Masjid Al Jihad Banjarmasin
SALAH PAHAM TERHADAP DO'A NABI SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 SALAH PAHAM TERHADAP DO'A NABI SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM
Diantara do'a Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang disalah pahami oleh kebanyakan orang adalah :
اللهم احيني مسكينا وامتني مسكينا واحشرني في زمرة المساكين
"Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan MISKIN, matikan aku dalam keadaan MISKIN, dan kumpulkan aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin" (HR. Ibnu Majah : 4126, As-Shahihah no. 308)
Maksud miskin dalam hadits diatas bukanlah miskin dalam arti tidak punya harta, tapi miskin yang dimaksud adalah Khusyu' dan tawadhu' atau tunduk, rendah hati.
Imam ibnul Atsir rahimahullah berkata, "Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, maksud miskin dalam hadits ini adalah At-Tawadhu' (rendah hati) dan Al-Ikhbat (khusyu') dan tidak termasuk orang-orang sombong dan takabbur." (An-Nihayah Fi Gharibil Hadits 2/385)
Ibnu Mandzur rahimahullah berkata, "Asal arti miskin secara bahasa adalah khãdhi' (orang yang tunduk) dan asal arti faqir adalah orang yang butuh..." (Lisanul Arab 2/176)
Oleh karena itu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dalam salah satu doa nya beliau minta perlindungan dari kefaqiran dan kekurangan.
Dari Abu Hurairah radhiyyallahu 'anhu berkata, bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam berdo'a :
اللهم اني اعوذبك من الفقر والقلة والذلة واعوذ بك من ان اظلم او اظلم
"Ya Allah sesunguhnya aku berlindung kepadamu dari kefaqiran, kekurangan, kehinaan, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari aku berbuat dzalim (kpada orang lain) atau aku didzalimi (orang lain)." (HR. Abu Dawud : 1544)
Mulai sekarang jangan takut lagi mengamalkan doa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam Allahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wah syurni fi zumratil masakin.....
والله أعلم.
Masjid Al Jihad Banjarmasin
📚 SALAH PAHAM TERHADAP DO'A NABI SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM
Diantara do'a Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang disalah pahami oleh kebanyakan orang adalah :
اللهم احيني مسكينا وامتني مسكينا واحشرني في زمرة المساكين
"Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan MISKIN, matikan aku dalam keadaan MISKIN, dan kumpulkan aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin" (HR. Ibnu Majah : 4126, As-Shahihah no. 308)
Maksud miskin dalam hadits diatas bukanlah miskin dalam arti tidak punya harta, tapi miskin yang dimaksud adalah Khusyu' dan tawadhu' atau tunduk, rendah hati.
Imam ibnul Atsir rahimahullah berkata, "Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, maksud miskin dalam hadits ini adalah At-Tawadhu' (rendah hati) dan Al-Ikhbat (khusyu') dan tidak termasuk orang-orang sombong dan takabbur." (An-Nihayah Fi Gharibil Hadits 2/385)
Ibnu Mandzur rahimahullah berkata, "Asal arti miskin secara bahasa adalah khãdhi' (orang yang tunduk) dan asal arti faqir adalah orang yang butuh..." (Lisanul Arab 2/176)
Oleh karena itu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dalam salah satu doa nya beliau minta perlindungan dari kefaqiran dan kekurangan.
Dari Abu Hurairah radhiyyallahu 'anhu berkata, bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam berdo'a :
اللهم اني اعوذبك من الفقر والقلة والذلة واعوذ بك من ان اظلم او اظلم
"Ya Allah sesunguhnya aku berlindung kepadamu dari kefaqiran, kekurangan, kehinaan, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari aku berbuat dzalim (kpada orang lain) atau aku didzalimi (orang lain)." (HR. Abu Dawud : 1544)
Mulai sekarang jangan takut lagi mengamalkan doa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam Allahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wah syurni fi zumratil masakin.....
والله أعلم.
Masjid Al Jihad Banjarmasin
Senin, 06 Maret 2017
*"TATKALA PERINTAH ALLAH LEBIH DI UTAMAKAN"*
Berkata Imam Ahmad Bin Ishaaq-rohimahullah-:
_*”من قدم أمر الله على عباده،*_
_*كفاه شرهم ورزقه خيرهم“.*_
_*“Barangsiapa yang lebih mengedepankan Perintah Allah daripada Manusia,*_
_*Niscaya Allah akan menjaganya dari kejelekan mereka dan akan menganugrahkan untuknya orang terbaik dari mereka”.*_
*Sumber:*
[Al-bidayah wan nihayah, 11/165]
Akan kah kita masih meninggalkan Syariat Allah dan Rasul-Nya hanya karena mempertimbangkan Keinginan Manusia.....?
Emangnya kita ini Hamba Siapa siih....?
Bukankah kematian itu selalu menghantui kita dan tidak dapat di prediksi, serta akan datang menjemput kita secara tiba-tiba....!
Ingat wahai Saudara dan Saudari yang kucintai karena Allah:
*Bahwa perjalanan kita masih sangatlah panjang....*
*Setelah perjalanan Dunia yang Semu namun Menipu ini, akan ada Alam barzhakh/kubur, hari kebangkitan, Hisab, Timbangan Amalan, Pengambilan Kitab, Perintah untuk melewati jembatan(Asshiraath) yang lebih tajam daripada pedang Samurai, lebih tipis daripada Rambut, di bawahnya Api Neraka yang Menyala-Nyala dan di atasnya Duri2 yang akan menyambar yang di perintahkan Allah, Syurga Dan Neraka....*
*Sungguh tidak WARAS,,,seorang Hamba yang di Anugerahkan Akal oleh Rabnya, lantas lebih memilih kehidupan Dunia yang Semu nan Menipu ini, dan rela menghancurkan kehidupan yang abadi demi Kehidupan yang sementara lagi penuh dengan tipu-daya ini.*
____________:
Farhan Bin Ramli Ahmad-hafidhohullah-
Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Berkata Imam Ahmad Bin Ishaaq-rohimahullah-:
_*”من قدم أمر الله على عباده،*_
_*كفاه شرهم ورزقه خيرهم“.*_
_*“Barangsiapa yang lebih mengedepankan Perintah Allah daripada Manusia,*_
_*Niscaya Allah akan menjaganya dari kejelekan mereka dan akan menganugrahkan untuknya orang terbaik dari mereka”.*_
*Sumber:*
[Al-bidayah wan nihayah, 11/165]
Akan kah kita masih meninggalkan Syariat Allah dan Rasul-Nya hanya karena mempertimbangkan Keinginan Manusia.....?
Emangnya kita ini Hamba Siapa siih....?
Bukankah kematian itu selalu menghantui kita dan tidak dapat di prediksi, serta akan datang menjemput kita secara tiba-tiba....!
Ingat wahai Saudara dan Saudari yang kucintai karena Allah:
*Bahwa perjalanan kita masih sangatlah panjang....*
*Setelah perjalanan Dunia yang Semu namun Menipu ini, akan ada Alam barzhakh/kubur, hari kebangkitan, Hisab, Timbangan Amalan, Pengambilan Kitab, Perintah untuk melewati jembatan(Asshiraath) yang lebih tajam daripada pedang Samurai, lebih tipis daripada Rambut, di bawahnya Api Neraka yang Menyala-Nyala dan di atasnya Duri2 yang akan menyambar yang di perintahkan Allah, Syurga Dan Neraka....*
*Sungguh tidak WARAS,,,seorang Hamba yang di Anugerahkan Akal oleh Rabnya, lantas lebih memilih kehidupan Dunia yang Semu nan Menipu ini, dan rela menghancurkan kehidupan yang abadi demi Kehidupan yang sementara lagi penuh dengan tipu-daya ini.*
____________:
Farhan Bin Ramli Ahmad-hafidhohullah-
Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Kamis, 23 Februari 2017
JANGAN TERTIPU OLEH DUNIA
*JANGAN TERTIPU OLEH DUNIA*
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”
[Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad]
Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya n mencela sikap tamak kepada dunia. Bahkan, Allâh Azza wa Jalla sangat merendahkan kedudukan dunia dalam banyak ayat-ayat al-Qur-an. Allâh Azza wa Jalla berfirman bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu :
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali ‘Imrân/3:185]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. [Ghâfir/40:39]
Apabila seorang hamba menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dan mengesampingkan urusan akhiratnya, maka Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan urusan dunianya tercerai-berai, berantakan, serba sulit, serta menjadikan hidupnya selalu diliputi kegelisahan. Allâh Azza wa Jalla juga menjadikan kefakiran di depan matanya, selalu takut miskin, atau hatinya selalu tidak merasa cukup dengan rizki yang Allâh Azza wa Jalla karuniakan kepadanya.
Begitu banyak manusia yang dilalaikan dengan dunia beserta mimpi-mimpinya. Indahnya dunia telah menghalangi mereka dari jalan petunjuk dan ketakwaan. Sementara itu, setan terus memperpanjang khayalan-khayalan mereka.
...
Masjid Al-Jihad Banjarmasin " 105.1 FM "
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”
[Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad]
Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya n mencela sikap tamak kepada dunia. Bahkan, Allâh Azza wa Jalla sangat merendahkan kedudukan dunia dalam banyak ayat-ayat al-Qur-an. Allâh Azza wa Jalla berfirman bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu :
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali ‘Imrân/3:185]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. [Ghâfir/40:39]
Apabila seorang hamba menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dan mengesampingkan urusan akhiratnya, maka Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan urusan dunianya tercerai-berai, berantakan, serba sulit, serta menjadikan hidupnya selalu diliputi kegelisahan. Allâh Azza wa Jalla juga menjadikan kefakiran di depan matanya, selalu takut miskin, atau hatinya selalu tidak merasa cukup dengan rizki yang Allâh Azza wa Jalla karuniakan kepadanya.
Begitu banyak manusia yang dilalaikan dengan dunia beserta mimpi-mimpinya. Indahnya dunia telah menghalangi mereka dari jalan petunjuk dan ketakwaan. Sementara itu, setan terus memperpanjang khayalan-khayalan mereka.
...
Masjid Al-Jihad Banjarmasin " 105.1 FM "
KRITERIA SAHABAT YANG TEPAT
*KRITERIA SAHABAT YANG TEPAT*
Syaikh Muhmmad bin SHalih
Al-Munajid bertutur tentang kriteria sahabat yang baik beliau mengatakan :
الصديق
الصالح هو العبد الصالح ، المطيع لربه ، الملتزم بأوامر دينه ، الحريص على مرضاة الله
، المسارع بالإيمان إلى كل خير ، المنصرف بالتقوى عن كل شر ، المحب للسنة وأهلها ،
الموالي في الله ، المعادي في الله ، المبغض للعصيان وأهله ، التقي النقي ، البر الخفي
، الذي لا غل في قلبه ولا حسد .
الصديق الصالح هو الذي يذكرك بربك متى غفلت عن ذكره
، ويعينك ويشاركك : إذا كنت في ذكر لربك . قال النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
: ( الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ) - وَشَبَّكَ
بَيْنَ أَصَابِعِهِ . متفق عليه .
“Teman yang shalih itu adalah seorang hamba
yang shalih yang mentaati Tuhannya setia melaksanakan ajaran-ajaran agama,
bersemangat menggapai ridha Allah ta’ala serta bersegera menuju keimanan dna
kebaikan. Ia selalu berpaling dari keburukan, mencintai sunnah dan para
pengikut sunnah, ia berloyalitas dan memusuhi karena Allah membenci kemaksiatan
dan ahli maksiat, ia bertaqwa, suci serta baik tidak ada kebencian serta hasad
dalam hatinya.
Sahabat yang shalih ialah orang yang senantiasa mengingatkan
engkau kepada Tuhanmu setiap kali engkau lalai dari-Nya. Ia membantumu serta
mengirimu di dalam mengingat Tuhanmu. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
“Orang beriman itu seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama
lain”, dan beliau mengaitkan dintara jari-jemari beliau.” (Muttafaqun ‘Alaihi).
Sumber Fatawa
UJIAN PASTI MENERPA
*UJIAN PASTI MENERPA*
Ada seorang ibu berkata... saya sudah sholat, sedekah, puasa, zakat... saya pun telah meninggalkan larangan... Tapi mengapa kesempitan hidup masih tetap menghimpit. Mengapa ujian terus bertubi tubi menimpa...
Saya hanya bisa menjawab...
Ibu... apakah selama ini ibu beribadah agar tidak diuji... tidak mungkin... karena :
Allah berfirman...
"alif laam miim... apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata kami beriman sementara ia tidak diuji...?" (QS. Al-Ankabut : 1)
*_Ibadah yang kita lakukan adalah untuk mengokohkan hati... bukan untuk menepis ujian... karena ujian pasti menerpa kehidupan mukmin..._*
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
"Senantiasa ujian menimpa mukmin... sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa... (HR Ahmad)
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Masjid Al-Jihad Banjarmasin "105.1 FM"
Ada seorang ibu berkata... saya sudah sholat, sedekah, puasa, zakat... saya pun telah meninggalkan larangan... Tapi mengapa kesempitan hidup masih tetap menghimpit. Mengapa ujian terus bertubi tubi menimpa...
Saya hanya bisa menjawab...
Ibu... apakah selama ini ibu beribadah agar tidak diuji... tidak mungkin... karena :
Allah berfirman...
"alif laam miim... apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata kami beriman sementara ia tidak diuji...?" (QS. Al-Ankabut : 1)
*_Ibadah yang kita lakukan adalah untuk mengokohkan hati... bukan untuk menepis ujian... karena ujian pasti menerpa kehidupan mukmin..._*
Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
"Senantiasa ujian menimpa mukmin... sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa... (HR Ahmad)
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Masjid Al-Jihad Banjarmasin "105.1 FM"
Ada 5 Hal Manusia Boleh Tergesa-gesa Karenanya
*Ada 5 Hal Manusia Boleh Tergesa-gesa Karenanya*
Ada lima hal yang boleh segera atau tergesa-gesa dilakukan padahal asal tergesa-gesa adalah dari setan.
Ada lima hal yang boleh segera atau tergesa-gesa dilakukan padahal asal tergesa-gesa adalah dari setan.
Namun karena ini ada kebaikan, maka boleh tergesa-gesa atau
meminta segera untuk dilakukan. Dalam Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al
Ashbahani disebutkan perkataan berikut ini dari Hatim Al Ashom,
كان يقال العجلة من الشيطان إلا في خمس إطعام الطعام إذا حضر الضيف
وتجهيز الميت إذا مات وتزويج البكر إذا أدركت وقضاء الدين إذا وجب والتوبة من الذنب
إذا أذنب
“Ketergesa-gesaan biasa dikatakan dari setan kecuali dalam lima perkara:
1- menyajikan makanan ketika ada tamu
2- mengurus mayit ketika ia mati
3- menikahkan seorang gadis jika sudah bertemu jodohnya
4- melunasi utang ketika sudah jatuh tempo
5- segera bertaubat jika berbuat dosa.” (Hilyatul Auliya’,
8: 78).
Menyuguhkan tamu. Kita harus segera menyuguhkan hidangan atau minuman ketika ada tamu menghampiri rumah kita. Mengurus mayit. Jenazah orang mati harus segera diurus, tidak boleh ditunda-tunda lagi karena itu adalah hak mayit juga untuk segera diurus. Dimandikan, dikafani, dishalati kemudian dikuburkan. Menikahkan anak perempuan jika sudah berumur dan sudah ketemu jodohnya. Sebagai orangtua memiliki kewajiban untuk segera menikahkan anak-anaknya yang sudah berumur dan ketemu jodohnya. Membayar hutang kalau sudah jatuh tempo. Kalau sudah jatuh tempo, hutang kita harus segera dibayarkan. Taubat dari setiap dosa yang telah diperbuat. Kita diperintahkan untuk segera bertaubat atas dosa yang telah kita perbuat. Ketika kita berdosa, kita jangan santai, diam, slow atau apalah bahasanya sehingga kita lupa memohon ampun. Lama kelamaan, kalau dosa itu sudah menumpuk akan susah dihapus.
Rumaysho
Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Radio Al-Jihad Banjarmasin 105.1 FM
Rabu, 22 Februari 2017
Harta Kita Sebenarnya
*Harta Kita yang Sebenarnya dan Renungan Bagi Penumpuk Harta
karena Tamak*
Saudaraku..
Jika direnungi, ternyata harta kita yang sesungguhnya hanya
tiga saja, selebihnya memang harta kita tetapi hakikatnya bukan harta kita
karena MAYORITAS harta sejatinya hanya kita tumpuk saja dan bisa jadi BUKAN
kita yang menikmati, hanya sekedar dimiliki saja
Tiga harta sebenarnya:
*1. Makanan yang kita makan*
Makanan yang di kulkas belum tentu kita yang menikmati
semua. Uang yang kita simpan untuk beli makanan belum tentu kita yang menikmati
Ketika menikmati makanan pun ini hanya sesaat dari
keseharian kita, hanya melewati lidah dan kerongkongan sebentar saja
*2. Pakaian yang kita pakai*
Termasuk sarana yang kita pakai seperti sepatu, kendaraan
serta rumah kita. Ini yang kita nikmati. Akan tetapi inipun sementara saja
karena pakaian bisa usang sedangkan rumah akan diwariskan
*3. Sedekah*
Ini adalah harta kita yang sebenarnya, sangat berguna di
akkhirat kelak. Inipun berlalu sebentar dari genggaman kita di dunia
Selebihnya harta yang kita tumpul hakikatnya bukan harta
kita, kita tidak menikmatinya atau hanya menikmati sesaat saja. Misalnya
menumpuk harta:
- Rumah ada dua atau tiga, yang kita nikmati utamanya hanya
satu rumah saja
-Uang tabungan di bank beratus-ratus juta atau miliyaran,
yang kita nikmati hanya sedikit saja selebihnya kita hanya kita simpan
-Punya kebun yang luas, punya toko yang besar, hanya kita
nikmati sesaat saja
“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai
manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan
lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang?
Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ” (HR. Muslim)
Penyusun: Raehanul Bahraen
Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Langganan:
Komentar (Atom)












