Jumat, 17 Maret 2017

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU [2]

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU [2]



📣Wahai para penuntut ilmu mana semangatmu?

Diantara keutamaan para penuntut ilmu agama adalah ditinggikan derajat mereka dibanding dengan golongan yang lain.

Allah SWT berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ  ۖ  وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ  ۚ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Mujadilah: Ayat 11)

Dengan ilmu derajat manusia dihadapan manusia akan bertambah, dengan ilmu derajat manusia disisi Allah akan meningkat.

Semoga bermanfaat

Kamis, 16 Maret 2017

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

Bagi orang yang mau menuntut ilmu apa lagi itu ilmu agama, Allah memberikan janji melalui lisan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yakni akan memberikan pemahaman terhadap tuntunan agama-Nya.



Dari Muawiyyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan (paham) dia terhadap agama... "

HR. Al Bukhari no 71

Semoga bermanfaat

APAKAH AKU MENCINTAI ALLAH

*#Apakah Aku Mencintai Allah.. ??*



Jika Anda ingin tahu jawaban pertanyaan di atas, maka lihatlah bagaimana semangatmu dalam mengikuti sunnah Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.

Hal ini telah ditegaskan oleh Allah sendiri dalam firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

"Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): 'Jika kalian benar-benar MENCINTAI ALLAH, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian'." [Ali Imron: 31].

Oleh karena itu, jika sunnah Nabi masih banyak Anda tinggalkan.. penampakan lahir Anda masih jauh dari Sunnah Nabi.. bahkan Anda masih bergelimang dengan amalan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari beliau.. maka malulah kepada Allah.. lalu malulah kepada manusia dengan pengakuan Anda mencintai Allah -azza wajall- !!

Ayat ini juga memberikan pelajaran berharga bagi kita.. bahwa mengikuti sunnah Nabi, disamping mendatangkan pahala yang agung, ternyata juga akan mendatangkan ampunan dari Allah untuk dosa-dosa kita.. sungguh ini merupakan keuntungan yang luar biasa dari Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah.

Sungguh di hari-hari ini, kecintaan kita kepada Allah dalam ujian yang sangat berat.. karena banyaknya ajakan untuk melakukan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. oleh karena itu, ingatkanlah terus diri kita masing-masing kepada ayat di atas.. dan ingatkan pula akan besarnya pahala yang Allah berikan kepada kita bila kita mengikuti sunnah Nabi dan menjauhi ibadah-ibadah yang tidak dituntunkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.

Jangan sampai kita lupakan, bahwa dengan berpegang teguh kepada sunnah Nabi dan menjauhi amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam-.. kita berarti ikut menjadi penjaga kemurnian nikmat Agama Islam yang sudah sempurna dan paripurna ini.. dan semakin berat perjuangan ini, maka semakin besar pula pahala yang kita dapatkan.. semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pejuang-pejuang agama-Nya, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa' Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Masjid Al Jihad Banjarmasin

JALAN MENJAGA ISTIQOMAH

*JALAN MENJAGA ISTIQOMAH*



بسم الله الرحمن الرحيم

Agar tetap teguh di atas istiqamah maka seseorang harus melakukan hal-hal berikut ini, dinataranya adalah :

➡1). Taubat nasuha.
➡2). Senantiasa mentauhidkan Allâh dan menjauhkan syirik.
➡3). Selalu berusaha untuk selalu konsekuen dan konsisten dalam ketaatan kepada Allâh danRasul-Nya.
➡4). Muraqabatullâh, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allâh Ta’ala baik dalam keadaan rahasia maupun terang-terangan.
➡5). Muhasabah, yaitu menginstrospeksi segala amal perbuatan yang telah dikerjakan.
➡6). Mujâhadah, yaitu berjuang sungguh-sungguh menggembleng jiwa di atas ketaatan kepada Allâh Ta’ala.
➡7). Ikhlas dalam beramal dan mutaba’ah (mengikuti contoh Rasûlullâh).
➡8). Berpegang teguh kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah.
➡9). Menjaga shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
➡10). Berani dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
➡11). Senantiasa menuntut ilmu syar’i.
➡12). Takut kepada Allâh Ta’ala dengan mengingat pedihnya siksa neraka.
➡13). Mencari teman yang shâlih.
➡14). Menjaga hati, lisan, dan anggota badan serta sabar dari hal-hal yang diharamkan.
➡15). Mengetahui langkah-langkah setan.
➡16). Senantiasa berdzikir dan berdo’a agar diteguhkan di atas istiqamah. Diantara do’a yang sering Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baca ialah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu." [HR at-Tirmdizi (no. 3522) dan Ahmad (VI/302, 315) dari Ummu Salamah radhiyallâhu ’anha]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📋 Diringkas dari Pembahasan "Keutamaan Istiqomah"

Masjid Al Jihad Banjarmasin

MINTA MAAF YANG SALAH

*MINTA MAAF YANG SALAH*

Kadang kita meliat dan melakukan sesuatu yang bukan pada tempatnya.

Contohnya kata 'Maaf',  yang ditempatkan bukan pada tempatnya.

Seorang yang awalnya selalu meninggalkan shalat dan berteman dengan orang-orang yang tidak shalat. Kemudian dia mendapat hidayah Allah dan taubat dari meninggalkan shalat lima waktu.

Ketika terdengar waktu adzan dan dia sedang bincang-bincang dengan teman2nya yang tidak shalat,  kemudian seorang berdiri dan berucap "maaf saya mau shalat dulu".
Tentu hal ini ucapan yang tidak patut,  apa salahnya orang mendengar adzan dan beranjak shalat???
Meninggalkan beberapa teman yang muslim yang tidak shalat bukanlah kesalahan,  maka tidak sewajarnya kita minta maaf.

Sebaiknya dia mengajak dan mengingatkan dengan cara yang lembut dan bijaksana kepada teman-temannya yang belum mau shalat, tentu harus siap mental kalau di tolak atau di ejek,  atau di remehkan ya sabar dan tidak boleh putus asa dan banyak-banyak berdoa untuk teman-temannya.

Begitu juga ketika hari jumat,  kita punya toko atau warung atau usaha,  dan kita sedang shalat jumat,  kita tinggalkan tempat usaha kita dan meletak pengumuman "Sedang Shalat Jumat" tidak harus kita tulis 'Maaf sedang Shalat Jum'at".

Suatu yang spertinya sepele tapi kita perlu perhatikan bahwa ibadah terutama shalat adalah suatu yang penting bagi umat Islam dan kita menghadap Allah,  maka itu lebih utama dari segala apapun urusan dunia....
Perbincangan,  rapat,  musyawarah,  perdagangan,  urusan keluarga dll adalah kecil.

Shalat adalah perkara yang besar kerena kita akan menghadap Yang Maha Besar.
Dimulai dengan Takbir Allahu Akbar... Allah Maha Besar...
Maka selainnya adalah kecil...
Semua urusan adalah kecil...
Maka jangan membesarkan yang kecil dan meremehkan yang Maha Besar.....
AllahuAkbar....

Masjid Al Jihad Banjarmasin